Jumat, 15 Oktober 2010

Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

SIA terdiri dari 3 subsistem:

  1. Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
  2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  3. Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh SIA biasa.

Manfaat SIA

  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

· Pengertian organisasi bisnis yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit)

Sumber : terdapat dalam www.en.wikipedia.org

· Contoh organisasi bisnis adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat.

Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap usahanya.

Secara garis besar lingkungan bisnis dapat dibedakan menjadi :
  1. lingkungan pasar (market environment) : unsur-unsur dalam sistem pasar yang berpengaruh terhadap kegiatan suatu perusahaan, yang meliputi;
    Langganan
  2. lingkungan bukan pasar (nonmarket environment).

Siklus yang ada dalam perusahaan yang berkaitan dengan SIA yaitu :
  1. Siklus pendapatan adalah Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
  2. Siklus pengluaran adalah Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
  3. Siklus produksi adalah Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
  4. Siklus keuangan adalah Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.

Sasaran dan Fungsi Siklus

Siklus buku besar umum dan pelaporan keuangan, menyediakan informasi untuk serangkaian laporan keuangan mengenai suatu lingkungan akunting.

Semua sistem buku besar umum harus melaksanakan :

1. Mengumpulkan data transaksi
2. Memproses arus masuk transaksi
3. Menyimpan data transaksi
4. Melakukan pengendalian akunting
5. Menyediakan laporan keuangan
6. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data dan perkiraan transaksi

Akuntansi dan Teknologi Informasi

Komputer dan telekomunikasi yang merupakan komponen utama dalam teknologi informasi mampu mengumpulkan data, menyimpan, mengolah, dan melaporkan serta mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan biaya yang relatif murah, juga untuk melaksanakan bisnis perusahaan (Wilkinson, 1991)

Akuntan dan Pengembangan

A. Akuntansi Manajemen Tahap Awal

Para insinyur dan akuntan menggunakan informasi standar untuk mencapai tiga tujuan:

1. Untuk menganalisis efisiensi potensial tugas-tugas atau proses.

2. Untuk membandingkan efisiensi sesungguhnya dengan efisiensi potensial.Pelopor pemakaian sistem penganggaran fleksibel.

3. Untuk menyederhanakan penilaian persediaan produk selesai dan barang

dalam proses. Dalam penilaian ini para akuntan mulai menggunakan informasi biaya standar (Anne Loft, 1991: 28).


B. Perkembangan setelah Perang Dunia ke II

Akuntansi manajemen cenderung reaktif, baru mengidentifikasi masalah dan tindakan jika timbul penyimpangan antara rencana dan pelaksanaannya.

Akuntansi manajemen menitikberatkan pada:

a. Masalah ketersediaan kapasitas, akibatnya pengendalian manajemen terutama berorientasi kearah pemanufakturan dan administrasi internal daripada ke arah strategik dan pertimbangan lingkungan.
b. Penentuan wewenang manajemen banyak didasarkan pada pengalaman dan posisinya daripada keahlian dan kualifikasi profesionalnya.
c. Hirarki organisasi yang banyak digunakan menekankan pada hierarki lini dan peranan fungsi staf hanya bersifat sekunder.
d. Keputusan yang dibuat oleh manajemen dianggap bersifat sangat terstruktur dan formal serta tujuan dan alternatif-alternatif pembuatan keputusan dapat diidentifikasikan dengan jelas.
e. Inovasi produk dan proses produksi relatif sedikit karena produk yang ada dapat dijual dengan relatif mudah dan proses produksinya mudah dipahami.
f. Orientasi pengendalian biaya menjadi terlalu umum, dan akibatnya efisiensi relatif rendah, biaya membuat dan memasarkan tinggi.
g. Pusat perhatian akuntansi manajemen hanya untuk transaksi historis kurang prospektif perencanaan, pembuatan keputusan dan pengendalian.
h. Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi dan lalai memperhatikan biaya pemasaran, pengembangan produk, dan inovasi.
i. Akuntansi manajemen cenderung reaktif kurang proaktif, sehingga gaya manajemen bersifat mekanistik tidak inovatif.
j. Banyak menggunakan model-model dan teknik-teknik pemrograman dalam pembuatan keputusan dan proses pengendalian (Supriyono, 1997:34).

Perkembangan dalam tahun 1950-an sampai dengan 1960-an didasarkan pada posisi pasar internasional yang kuat bagi negara-negara industri Barat, seperti Amerika Utara dan Inggris. Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi, dan lalai memperhatikan biaya pemasaran, pengembangan produk, dan inovasi teknologi.

C. Perkembangan Tahun 1980-an dan Selanjutnya


Pada tahun-tahun tersebut banyak dilakukan riset-riset dalam bidang akuntansi manajemen, antara lain:

1. Riset akuntansi manajemen untuk menyusun model yang lebih realistik dan menginterpretasikan perilaku manajerial dan peranan sistem pengendalian.

Teori agensi menjadi lebih penting untuk meneliti konflik terhadap pengendalian, kontribusi balas jasa, dan informasi.

2. Riset akuntansi manajemen untuk menghadapi lingkungan pemanufakturan yang berubah dengan tajam, misalnya ABC dan backflush costing.

3. Riset mengenai model-model komputer untuk menghadpi ketidakpastian jangka pendek, isu-isu strategi umum dan pemasaran, serta akuntansi manajemen yang lebih proaktif dan berorientasi pada lingkungan eksternal.

4. Riset untuk memahami aspek sosial dan politik pada perusahaan dan akuntansi manajemen dan riset mengenai efektivitas akuntansi manajemen dalam sektor publik.

Dengan demikian akuntansi manajemen mengalami perkembangan pesat sekarang ini. Perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu dari disiplin lain seperti: Teori Ekonomi, Teori Organisasi dan Perilaku, Prinsip Manajemen kemajuan teknologi dan sebagainya.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat berpengaruh terhadap pola kegiatan industri. Adanya peningkatan otomatisasi pabrik dan kebijakan pengoperasian untuk meminimumkan persediaan mempunyai dampak pada praktikpraktik akuntansi biaya. Oleh karena itu para manajer dan para akuntan harus mempunyai pandangan ke depan, maka timbul pertanyaan mengenai kemampuan praktik-praktik akuntansi manajemen dalam lingkungan persaingan ekonomi internasional (Henke, Emerson O. dan Charlene W. Spoede, 1991: 821).

Supriyono (1997) mengatakan bahwa beberapa kritik yang timbul untuk mengevaluasi akuntansi manajemen saat ini antara lain:

1. Sistem akuntansi manajemen tradisional gagal untuk menyediakan informasi yang cocok, tepat waktu, dan terinci mengenai pelaksanaan aktivitas yang diperlukan oleh para manajer untuk mengendalikan biaya dengan lebih efisien dan efektif serta untuk meningkatkan produktivitas.
2. Akuntansi manajemen tradisional mengarahkan para manajer untuk memusatkan tindakannya pada hasil-hasil jangka pendek daripada profitabilitas jangka panjang perusahaan, karena akuntansi manajemen tradisional menekankan pada sasaran laba jangka pendek sebagaimana disajikan dalam laporan keuangan interim atau tahunan. Manufaktur Jepang (mobil dan elektronik) menguasai pasar dunia karena kesuksesan mereka dalam menekankan tujuan jangka panjang daripada laba jangka pendek.
3. Perkembangan perdagangan internasional ke arah persaingan global mengakibatkan beberapa negara, misalnya Amerika Serikat dan Inggris, yang semula sukses dalam hal pemanufakturan, berubah tidak mempunyai daya saing tinggi dalam hal harga dan kualitas dalam persaingan pasar internasional.
4. Lingkungan eksternal, misalnya praktik-praktik pemanufakturan, persaingan global, dan deregulasi peraturan pemerintah telah berubah secara signifikan.


Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan Akuntansi Manajemen

Perusahaan hidup dan berkembang ditengah-tengah lingkungannya, sehingga perusahaan harus melakukan interaksi dengan lingkungan lainnya. Perusahaan sebagai suatu sistem lingkungan dipengaruhi oleh unsur-unsur yang ada disekitarnya dan dapat juga mempengaruhi lingkungan itu sendiri. Lingkungan merupakan suatu pola kondisi atau faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi terhadap kehidupan dan pengembangan perusahaan (Anthony Robert N. dan James S. Reece,1989: 823—827).

Tugas Sistem Informasi Akuntansi Bab 1-4




Jumat, 21 Mei 2010

Poltranas

POLTRANAS ( POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL )

1.Pengertian Politik,Strategi dan Poltranas.

Kata Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia yang terdiri dari 2 kata yaitu Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri sedangkan Taia berarti urusan.

Pengertian Politik dapat diartikan dalam 2 bidang,yaitu :

a. Bidang Kepentingan Umum

Politik berarti Suatu rangkaian asas/prinsip yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai jalan yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

b. Bidang Kebijaksanaan

Politik berarti Penggunaan pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha.Dalam hal ini menitik beratkan kepada beberapa hal seperti :
a.Adanya proses pertimbangan
b.Menjamin terlaksananya suatu usaha
c.Pencapaian cita-cita

Dari beberapa pengertian Politik diatas dapat kita simpulkan bahwa :
“Politik adalah Tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara”.

Jika kita membicarakan Politk berarti kita juga membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan Politik itu sendiri,diantaranya :
1.Negara
Adalah Suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
2.Kekuasaan
Adalah Kemampuan seseorang/kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang/kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
3.Pengambilan Keputusan
Dalam mengambil suatu keputusan harus melalui sarana umum dan keputusan tersebut harus manyangkut kepentingan sektor publik dari suatu negara.
4.Kebijakan Umum
Adalah Suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
5.Distribusi
Adalah Pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat.

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu Strategia yang berarti “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.Seorang tokoh bernama Karl von Clausewitz berpendapat bahwa “Strategi adalah Pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan sedangkan perang adalah kelanjutan dari politik”.Maka dapat diambil kesimpulan dari beberapa pengertian tentang Politik dan Strategi diatas bahwa :

“Politik Nasional adalah Suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.”

“Strategi Nasional adalah Cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.”

Dasar pemikiran dalam penyusunan Politik dan Strategi Nasional terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideology Pancasila,UUD 1945,Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

2.Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik nasional dalam Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

a.Tingkat penentu kebijakan puncak

Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar yang dilakukan oleh MPR.
Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum dalam pasal 10 sampai 15 UUD 1945 yang dilakukan oleh Presiden sebagai Kepala Negara
b.Tingkat kebijakan umum
c.Tingkat penentu kebijakan khusus
d.Tingkat penentu kebijakan teknis
e.Tingkat penentu kebijakan di daerah

3.Implementasi Politik dan Strategi Nasional dalam berbagai bidang.

a.Bidang Hukum

Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum

b.Bidang Ekonomi

Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai pasar distortif yang merugikan masyarakat.

c.Bidang Politik

Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada ke-Bhineka Tunggal Ika-an untuk menyelesaikan masalah –masalah yang mendesak dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara perlu upaya rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undang-undang.
Politik Luar Negeri berkaitan dengan hal melakukan perjanjian dan kerja sama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup orang banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.

d.Bidang Pertahanan dan Keamanan

Menata Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan paradigma baru secara konsisten melalui reposisi,redefinisi dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai alat negara untuk melindungi,memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan dharma bhaktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.

Pemilihan Umum (Pemilu)

Syarat untuk menjadi Calon dalam Pemilu

Persyaratan calon independen yang mendaftar untuk menjadi kandidat dalam pemilu presiden (pilpres), pilkada gubernur (pilgub) maupun pilkada bupati (pilbup) dinilai di luar jangkauan kewajaran. Persyaratan tersebut mengharuskan kandidat mengumpulkan dukungan sebanyak 15% dari pendukungnya.